Peringati Hari Pahlawan, Warga Pokoh Gelar Fun Bike Unik Promosikan SHS Socio Eco Preneur

gallery/1566743890-5d6284991d95e-pariwisata & bisnis-2018111115

SLEMAN - Warga Dusun Pokoh, Desa Banyurejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperingati Hari Pahlawan dengan cara unik. Warga menggelar senam sehat dan fun bike (sepeda gembira) dengan onthel (sepeda kuno) serta berkostum pakaian adat jawa lengkap, Senin (10/11/2018), di kawasan rintisan SHS Socio Eco Preneur Wisata Desa Pokoh.


Ketua panitia kegiatan, Ashari, mengatakan kegiatan digelar selain unuk memperingati hari pahlawan, juga untuk mempromosikan rintisan SHS Socio Eco Preneur Pokoh menuju Wisata Desa.


Menurut Ashari, acara diikuti oleh masyarakat umum, tak hanya dari Banyurejo.  Selain diikuti Komunitas sepeda antik, kata dia, fun bike juga diikuti berbagai komunitas sepeda sport di wilayah Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta,


"Peserta sekitar 300-an lebih. Kegiatan ini diselenggarakan SHS Sosio Eco Preneur, wisata desa rintisan di Pokoh yang diprakarsai oleh Sugiyanto Harjo Semangun, warga Pokoh yang sudah sukses sebagai pengusaha," ujarnya di sela-sela kegiatan.


Dijelaskan Ashari, SHS Sosio Eco Preneur adalah wisata desa yang memadukan konsep wisata alam, hiburan rakyat, pendidikan dan budaya serta kearifan lokal. Beberapa spot yang akan dibangun di SHS Sosio Eco Preneur, kata dia, antara lain café yang menyajikan kuliner khas Banyurejo, sport cetre, kolam renang atau water boom, wisata berkuda, joglo gamelan dan pentas budaya," ujarnya.


Sementara itu Kepala desa Banyurejo, Tempel, Rusmanto mengatakan, pemerintah Desa Banyurejo mendukung sepenuhnya terselenggaranya SHS Sosio Eco Preneur yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Dengan adanya tempat wisata yang khas, diharapkan akan meningkatkan perekonomian warga Banyurejo, khususnya Dukuh Pokoh,


"Harapannya nati bisa menjadi destinasi wisata alternatif unggulan, sehingga dengan sendirinya menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pereknomian warga Banyurejo, khususnya warga dusun Pokoh. Acara senam sehat dan sepeda gembira ini sebagai upaya kami mempromosikan SHS Sosio Eco Preneur," harapnya.


Di sisi lain, salah seorang peserta fun bike, Sindu Satmoko (38) warga Margorejo, Sayegan Sleman yang sekaligus wakil ketua komunitas Goes Margorejo Community (GMC), mengaku senang mengikuti acara yang digelar SHS Sosio Eco Preneur. Ia bersama 31 anggotanya turut berpartisipasi dalam acara tersebut,


"Apalagi ini juga dalam rangka promosi Pokoh menuju wisata desa. Saya yang warga tetangga desa ikut senang. Jika nantinya sudah dibuka dan banyak dikunjungi wisatawan, warga kami juga bisa mendapat berkahnya. Konsep wisata ini bagus dan positif. Semoga bisa menginspirasi desa-desa lain untuk turut mempraktikan hal serupa untuk memajukan desanya," ujarnya.


Acara senam sehat dan fun bike diisi panggung hiburan musik dan pentas budaya.  Aneka doorprize menarik juga dibagikan kepada peserta yang beruntung. Diantaranya, pakaian adat jawa lengkap, uang tunai, dan peralatan rumah tangga dengan total senilai Rp 10 juta. (rd)


Redaktur: Ja’faruddin. AS


Sumber: jogjakartanews.com

gallery/1566743927-5d6284991d95e-pariwisata & bisnis-warung_iny

Warung Inyong, Cita Rasa Khas Banyumas Idola Mahasiswa

SLEMAN - Yogyakarta selain dikenal dengan kota pelajar dan kota wisata dengan segudang destinasinya, juga dikenal dengan ragam kulinernya. Banyak tempat memanjakan lidah dengan masakan khas yang bisa dinikmati.


Lokasi dekat kampus, terutama kampus terfavorit di DIY, yaitu Universitas Gajah Mada (UGM), menjadi tempat yang cukup banyak terdapat kafe-kafe dan resto dengan sajian khas. Di antara sekian banyak Rumah Makan (RM) dengan menu unik, Warung Inyong termasuk yang cukup tenar di kalangan mahasiswa, tak hanya dari UGM.


Warung Inyong dengan konsep lesehan ‘rumah bambu' di belakang kampus Fakultas Teknik UGM, Pogung Selatan, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman ini menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan mahasiswa, selain karena masakannya yang nikmat ala banyumasan, harganya yang terjangkau, suasananya juga asri dan nyaman. Panorama sawah pedesaan di tengah kota menambah selera makan pecinta kuliner. Kenyamanan lainnya yang diberikan kepada pelanggan adalah tempat parkir yang luas.


"Saya dan teman-teman langganan di warung Inyong ini karena masakannya enak, khas, ngga mbosesnin. Suasananya asik, pelayanannya juga menyenangkan. Soal harga juga pas banget di kantong mahasiswa," ungkap Aulia (19) Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).


"Kebanyakan kan kalau masakan di Jogja ini kan dominan rasa manis, kalau di sini ada asin-asin dan gurih, ga begitu manis," kata pelanggan lainnya, Anggi Mahasiswa UGM.


Menurut pengelola Warung Inyong, Emi Suciati, di Warung Inyong menyediakan beragam makanan khas ala banyumasan, baik bebakaran maupun goreng,


"Ada banyak menu di sini (warung Inyong, red) Menu andalan kami adalah ayam bakar madu dan telor bakar daun," kata Istri dari wirausahawan muda sukses, Pindo Hasulumono ini.


Tak hanya makanan, aneka minuman segar maupun hangat juga tersedia di Warung Inyong. Di antaranya adalah Kopi Banjar ( Kopi khas Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah).


Warung inyong yang buka setiap hari dari pukul 10.00 - 22.00 ini, selalu dipadati pelannggan. Dalam sehari, rata-rata sekitar 400 hingga 500 pelanggan datang menikmati sajian di Warung Inyong. (rud)


Redaktur: Azwar Anas
Sumber: jogjakartanews.com

Keterangan Foto: Peserta senam sehat dan fun bike memperingati hari Pahlawan yang diselenggarakan SHS Socio Eco Preneur, Pokoh Menuju Wisata Desa. Foto: Ja'faruddin. AS